Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning dengan Memanfaatkan Portal Rumah Belajar yaitu Fitur Sumber Belajar dan Bank Soal



Mewabahnya virus covid 19 membawa dampak dalam berbagai hal, termasuk dalam pendidikan. Pada awal-awal munculnya covid 19 di Indonesia, ditetapkan zona-zona dan pemberlakuan ketetapan yang harus dilakukan pada masing-masing zona. Namun pada perkembangan selanjutnya, setelah wabah ini semakin meluas, pemberlakuan tindakan-tindakan di ataspun berlanjut. Pada zona-zona yang dianggap membahayakan, seperti zona kuning dan orange akan diberlakukan pembatasan kegiatan. Sedangkan untuk zona merah yang masuk kategori berbahaya diberlakukan pembatasan total.

Dalam kegiatan pendidikan pun diberlakukan hal demikian, hal tersebut tertuang dalam SE Mendikbud nomor 4 tahun 2020 yang diperkuat dengan SE Sesjen nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan BDR selama darurat Covid-19, wilayah dengan kategori zona hijau dan kuning diperkenankan untuk melakukan pembelajaran normal atau tatap muka. Wilayah dengan zona orange diberlakukan tatap muka 50%, sedangkan zona merah ditetapkan untuk full daring. Kenyataan tersebut membuat guru berpikir keras, bagaimana caranya menyampaikan pembelajaran yang tidak hanya satu arah, namun 2 arah, sehingga siswa ikut serta aktif dalam kegiatan pembelajaran meskipun pembelajarannya hanya dengan tatap muka terbatas.

Salah satu metode yang bisa menjadi alternatif yang tepat adalah inovasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran blended learning. Terkait hal ini guru bisa memanfaatkan fitur-fitur pada portal rumah belajar. Heinze A dan Procter (2010) menyatakan bahwa blended learning adalah campuran dari berbagai strategi pembelajaran dan metode penyampaian yang akan mengoptimalkan pengalaman belajar bagi penggunanya. Bonk dan Graham (2006) mengartikan blended learning sebagai kombinasi dari dua intruksi model belajar dan mengajar yaitu sistem pembelajaran tradisional dan sitem pembelajaran terdistribusi yang menekankan pada peran teknologi. Adapun Harding, Kaczynski dan Wood (2005) menyebutkan bahwa blended learning adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran dengan tatap muka dan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan sumber belajar online dan beragam pilihan komunikasi yang dapat digunakan oleh peserta didik dan guru. Jadi, model blended learning menggabungkan beberapa metode dalam pembelajaran. Karakteristik Blended learning berdasarkan pada definisi blended learning oleh Chaeruman(2011) yaitu pembelajaran yang mengkombinasikan pembelajaran synchronous dan asynchronous secara tepat, guna mencapai tujuan pembelajaran. Karakteristik metode blended learning dengan pendekatan konstruktif (construct approach) ini memiliki dua setting pembelajaran, yaitu pembelajaran synchronous dan asynchronous

Blended learning ini mempunyai tiga sintak yaitu

  1. Seeking of information (mencari informasi dari berbagai media)
  2. Acquisition of information (menemukan, memahami, menginterprestasikan info/pengetahuan dari berbagai sumber, mengkomunikasikan hasil interprestasinya)
  3. Synthesizing of knowledge (mengkonstruksi/merekonstruksi pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi bertolak dari hasil analisis, diskusi dan perumusan kesimpulan dari informasi yang diperoleh) (Ramsay, 2001)

Pada praktik baik yang saya lakukan, materi perilaku toleran dan menghargai perbedaan, saya menggunakan model pembelajaran blended learning dengan memanfaatkan fitur portal rumah belajar yaitu sumber belajar dan bank soal. Pada pembelajaran asynchronous saya menugaskan siswa untuk mendiskusikan materi pelajaran sesuai tugas pada LKPD yang dibagikan pada google classroom dengan mempelajari sumber belajar pada fitur rumah belajar, yaitu perilaku toleran dan menghargai perbedaan.



Berikutnya pada pertemuan synchronous melalui zoom, peserta didik mempresentasikan hasil telaahannya dan saling memberi tangggapan. Kemudian saya menguatkan dan merefleksi pembelajaran.


Ternyata, dengan inovasi pembelajaran seperti ini hasil belajar siswa meningkat.


Referensi:

Curtis J Blonk, Charles R Graham, The Handbook of Blended Learning, USA: Pfeiffeir, 2006
Grant Ramsay. Teaching and Learning With Information and Communication Technology: Succes Through a Whole School, 2001








Komentar

  1. woww kerenn, terima kasih ilmunya bu cantik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama pa...mudah-mudahan menjadi alternatif solutif dalam pembelajaran

      Hapus
  2. Sungguh sangat inspiratif
    Lanjutkan terus inovasinya ������

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbagi dan Berkolaborasi Seputar Rumah Belajar Bersama SRB Kalimantan Selatan 2020 dan 2021

Ayo Aktivasi Akun belajar.id